System Pendidikan Binus serta Keperluan Usaha Belum juga ” Deal”

System Pendidikan Binus serta Keperluan Usaha Belum juga

Binus University kembali mengadakan Binus Industry Partnership Program (BIPP) 2015 di Shanghai, China, Selasa (8/11/2016). Program itu diinisiasi untuk membina hubungan kerja pada perguruan tinggi, terutama Binus University, dengan pihak industri dalam mengadakan program magang. Apalagi saat ini peserta didik Binus bertambah anyak dibanding tahun sebelumnya. Perlu diketahui bahwa biaya kuliah di binus tidaklah murah.

CEO Bina Nusantara Group Bernard Gunawan menyebutkan program BIPP yang di gelar untuk ke-3 kalinya ini diinginkan dapat menguatkan kerjasama pada dunia pendidikan serta industri dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan di industri. Beberapa hal dapat digali oleh ke-2 pihak untuk hadapi tantangan masa depan.

” Kami senantiasa mengundang beberapa rekanan industri ini maksudnya adalah untuk bertukar fikiran mengenai kwalitas anak-anak (mahasiswa) kami serta pasti juga mengharapkan dapat memperoleh banyak input dari industri. Kami mengharapkan di th. ke-3 ini hubungan dengan industri makin kuat, karna aku percaya banyak yang dapat dieksplorasi bersama, ” tutur Bernard.

Bernard optimis SDM dari ke-2 belah pihak juga akan begitu dapat bekerja bersama. Di Binus sendiri umpamanya, terdaftar hingga th. ini sejumlah 8. 521 mahasiswa mendaftar di Binus, dengan jumlah alumni menjangkau 93. 601 orang, serta dengan 861 hubungan kerja industri.

” Dapat dipikirkan begitu besarnya potensi untuk dapat dikerjakan bersama dengan industri sekarang ini serta ke depan, ” kata Bernard.

Rektor Binus Institut Tehnologi Kreatif at Malang, Ir Boto Simatupang, memberikan kalau hingga sekarang ini system pendidikan serta keperluan usaha atau industri masih tetap belum juga ” match “. Hal tersebut dapat begitu mencemaskan, karna sekarang ini ekonomi Indonesia masih tetap di posisi 16 paling besar dunia, sesaat di 2030 ekonomi diperkirakan di tempat 7 paling besar didunia.
” Ini mesti disediakan dari perguruan tinggi serta industri, terlebih soft skills mereka, ” tutur Boto.

Karenanya, lanjut Boto, konsentrasi Binus sekarang ini yaitu hasilkan SDM yang dapat berkompetisi serta menang dalam persaingan perebutan atau jadi enterpreneur. Strateginya yaitu memprioritaskan kwalitas akademik, menguatkan penelitian, serta internasionalisasi.

” Kita sadar tidak dapat sendiri, karenanya kami selalu kedepankan program 3+1, ” kata Boto.

Program 3+1 yaitu program yang memberi peluang untuk mahasiswa semester 6 jurusan apa pun untuk rasakan pengalaman kerja didunia riil (industri) sepanjang 1 th..

Sepanjang satu tahun sisa masa kuliahnya itu mahasiswa juga akan belajar diluar lingkungan universitas serta menimba pengetahuan dari perusahaan-perusahaan multinasional atau global.

Lewat program ini, lanjut Boto, beberapa mahasiswa bisa terjun lebih awal ke dunia kerja. Lewat cara tersebut, menurutnya, mahasiswa mempunyai kelebihan sendiri dibanding mahasiswa kampus beda.

” Ini memberi peluang pada mahasiswa untuk menerapkan ilmunya serta belajar beradaptasi dengan lingkungan kerjanya, ” tutur Boto.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *