Gini Nih Gaya Anak Jokowi Jadi Motivator Bisnis

Gini Nih Gaya Anak Jokowi Jadi Motivator Bisnis

Image Source: https://investor-square.com/wp-content/uploads/2017/04/investment-1.jpg

Putra Sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka berbagi kiat suksesnya untuk menjadi wirausahawan di hadapan ratusan mahasiswa di Kota Semarang. Dengan gaya khasnya, Gibran menjelaskannya dengan singkat dan padat disertai gambar di layar.

Gibran berbagi pengetahuan soal kewirausahaan dalam acara Seminar Nasional Revolusi Mental Pemimpin Muda Solusi Kemajuan Bangsa di Universitas Dian Nuswantoro Semarang bersama rektor Edi Nursasongko. Dengan gaya khas anak muda, berkemeja kotak, celana hitam dan sepatu kets,Gibran santai menjelaskan. Bahkan ia menyelipkan canda walau ekspresinya irit senyum.

Usaha cateringnya makin lama makin besar dengan usaha promosi dan inovasi yang dilaksanakan. Gibran mengakui kalau ada beda antara restoran da catering, karena catering harus membelokkan attitude calon pelanggan yang lebih memilih catering yang sudah lama atau berpengalaman.

Kalau resto, ada yang baru maka orang ingin coba. Kalau catering beda, harus membelokkan attitude client dan mendapatkan trust. Misalnya kakak anda menikah kemudian anda akan menikah maka disarankan memakai catering yang sudah dipakai, tandasnya.

Oleh sebab itu berbagai version promosi dilaksanakan misalnya dengan mengikuti pameran atau dengan membuka take a look at food di kantor Chilli Pari. Berbagai inovasi terus dilaksanakan karena tren tema pernikahan setiap tahunnya mengalami perkembangan.

Selain catering, Gibran juga membahas soal Markobar, usaha martabak manisnya yang sudah membuka cabang diberbagai kota. Ia menjelaskan, Markobar sebenarnya bukan usaha miliknya, ia bergabung sekitar satu warsa terakhir. Bersama teman-temannya ia mengembangkan kuliner martabak manis asli Solo itu agar dikenal di Indonesia.

Saya sebenarnya bukan pemiliknya, saya baru gabung sewarsa ini. Makobar itu sejak 1996, mulai dari pedagang kaki lima. Kalau di Solo sudah terkenal, tapi dari dulu gitu-gitu aja, enggak buka cabang. Saya datengin, saya ajak yuk buka cabang, soalnya ini harus kuat, cerita Gibran.

Markobar memulai buka cabang termasuk di daerah Cikini Jakarta dan Jalan Pemuda Semarang. Inovasi dilaksanakan dengan paduan berbagai rasa dan ternyata pelanggannya membeludak bahkan setiap sore antre. Gibran pun sempat mendapat keluhan dari pelanggan soal antrean itu.

Kita pernah dapat komplain karena antre sampe empat jam. Ya jawabannya, itu resiko. Kalau malas antre ya pakai Go Jek bisa, ya solusinya begitu. Kebetulan yang di Semarang cabang paling gedhe di pinggir jalan besar, di Jakarta, Cikini itu, kalau sore bikin macet, terangnya sambil bercanda.

Ketenaran Markobar terus dikenalkan oleh Gibran dan teman-temannya. Event makanan tingkat internasional di luar negeri juga berusaha diikuti. Meski demikian Gibran tak berniat untuk menjadikan Markobar selaku waralaba. Menurutnya nama besar yang sudah diraih lebih baik dikelola sendiri.

Saya pernah coba untuk lisensi saja Rp 500 juta tiap buka cabang. Tenyata permintaan banyak. Tapi saya coba mikir lagi, daripada franchise mending buka sendiri. Saya melihat yang ingin beli (lisensi) itu, mohon maaf, banyak yang bisnis pemula yang punya duit, saya kurang suka. Kalau tak bisa jalankan bisnisnya dan hasilnya jelek, nama kita yang kena, mending kelola sendiri walau agak pusing, jelasnya.

Gibran pun memberikan wejangan kepada para mahasiswa agar tak takut berwirausaha. Ia mengucapkan meski ayahnya Wali Kota ketika mendirikan catering, ia mencari modal sendiri dengan menjaminkan sertifikat tanah. Gibran juga menekankan bila sudah sukses agar jangan lupa beramal. Bila dalam waktu dekat Anda berencana jalan-jalan ke Malang, jangan lupa cek info penginapan murah di Malang untuk harga dan fasilitas terbaik.

Add a Comment